Hipnoterapi

2:24 AM Anggita Siregar 0 Comments

BAB I  
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
      Hipnotis dapat membuat orang berdelusi. Dalam salah satu percobaan ilmiah, seorang yang dihipnotis mengira dirinya yang ada di cermin adalah orang lain. Di Internet ternyata ada banyak situs penelitian terpercaya yang membahas dan meneliti  hipnotisme dari segi ilmiah, terutama medis dan neurologi. Salah satu situs tersebut adalah HypnosisandSuggestion. org yang dibuat oleh Dr Matt Whalley. Dan bukan itu saja, ada banyak laporan penelitian dari ilmuan lain yang menegaskan kalau hipnotisme adalah hal yang berguna bagi kesehatan. Ambil contoh penelitian Pusat Medis Beth Israel Deaconess dan Sekolah Medis Harvard yang menemukan kalau hipnosis dapat membuat pasien lepas dari rasa sakit dan rasa takut saat melakukan biopsi payudara. Teknik hipnotisme yang digunakan sebagai standar adalah memerintahkan pasien memutar mata mereka ke atas, menutup mata mereka, bernapas mendalam, berfokus pada sensasi mengambang dan merangsang dengan latar yang nyaman untuk semua naluri mereka.
      Penelitian Lembaga Ilmu Pengetahuan Weizmann menunjukkan kalau ingatan seseorang yang dihipnotis tidaklah sehebat orang yang sadar. Mereka hanya terlihat ingat karena mereka sugestif. Bagi orang yang sadar, saat ia lupa, ia akan mengambil waktu berpikir untuk mengingat kembali, atau sekedar mengatakan kalau ia lupa. Bagi orang yang di hipnotis, tidak ada pilihan tersebut. Ia tidak dapat berpikir mendalam karena dalam kondisi hipnotis dan juga tidak dapat mengatakan kalau ia lupa karena tekanan pertanyaan dari ahli hipnotis. Akibatnya, ia mengarang. Ia mengambil potongan ingatan dari hal yang tidak berhubungan, katakanlah masa kecilnya, atau bahkan film lain yang kebetulan mirip. Itu mengapa anda tidak menemukan teknik hipnotis di pakai di pengadilan untuk mewawancara korban. Ia tidak handal untuk ingatan.
      Akibatnya, beberapa orang tidak dapat dihipnotis. Bila seseorang tidak mau menyerahkan kontrol dirinya pada orang lain, ia tidak dapat dihipnotis. Jadi bagaimana ahli hipnotis melakukan hipnotisme untuk mencapai tujuannya? Mereka membangun kepercayaan dalam diri target sehingga target merasa orang ini tidak akan menyakitinya. Perilaku defensif hilang dan target menjadi santai. Maka dimulailah pengambilan kontrol tersebut.

1.2  Tujuan :
1.      Mendeskripsikan sejarah hipnoterapi
2.      Mendeskripsikan dasar-dasar hipnotis
3.      Mendeskripsikan penggunaan hipnotis dalam bidang kedokteran
4.      Mendeskripsikan subjek hipnoterapi
5.      Mendeskripsikan kasus yang dapat ditangani dengan hipnoterapi
6.      Mendeskripsikan belajar ilmu hipnosis yang benar 
7.      Mendeskripsikan manfaat ilmu hipnoterapi

1.3  Metode Pengamatan
Metode pengamatan yang digunakan dalam penulisan karya ilmiah ini adalah dengan metode observasi.

1.4  Manfaat
1.      Sebagai sumber pengetahuan tentang ilmu hipnoterapi.
2.      Sebagai sumber untuk menguasai ilmu hipnoterapi .
3.      Untuk mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

BAB II
ISI
2.1 Sejarah Hipnoterapi
Hipnoterapi sampai saat ini masih terus berkembang yang dimulai sejak abad ke-18, mulai dari konsep hypnosis konvensional yang dikembangkan oleh Dr. James Braid sampai dengan hipnoterapi klinis modern yang dikembangkan oleh  Dr. Milton H. Erickson sampai terakhir-terakhir yang dikembangkan oleh  Dr. Dave Elman, Gill Boyne maupun DR. Calvin Banyan.
Dr. Milton H. Erickson pertama kali memperkenalkan bahwa jiwa manusia sangat unik. Tidaklah mudah meminta orang untuk secara langsung menghilangkan kebiasaan buruk yang ingin dia tinggalkan. Seperti kita menyampaikan nasihat kepada seseorang yang mengeluh karena dia mempunyai masalah, “Sekarang kamu dapat menyelesaikannya”, atau seseorang yang mempunyai masalah perilaku lalu kita berikan nasihat, “Sekarang perilaku anda sudah berubah menjadi baik”. Belum tentu dia akan merubah perilakunya dengan segera. Mungkin ya, untuk sementara, tetapi biasanya kebiasaan itu akan kembali lagi. Apalagi jika kita tidak mengetahui akar permasalahannya mengapa dia berperilaku demikian, tidak mengetahui nilai dasar dan keinginan sebenarnya yang dimiliki orang tersebut. Ingat, jiwa manusia sangat kompleks, setiap orang mempunyai jiwa dan nilai yang unik. Perilaku atau respons seseorang tidak sama dalam menghadapi peristiwa yang berbeda. Bahkan sangat mungkin sekali untuk peristiwa yang sama, perilaku atau respons seseorang yang sama dapat berbeda.
Hal inilah yang dikembangkan Erickson menuju metode hipnoterapi yang lebih efektif. Berkat jasanya dalam mengembangkan metode-metode dalam melakukan terapi klinis dengan metode hipnoterapi, maka pada tahun 1950-an hipnoterapi diakui oleh Asosiasi Medis Amerika sebagai metode terapi.
Paska Milton H. Erickson, metode ini berkembang terus sampai dengan metode yang berorientasi kepada pasien. Saat ini, metode ini lebih efektif digunakan apalagi digabungkan dengan pola komunikasi yang telah dikembangkan Erickson. Metode ini telah banyak dipergunakan oleh para terapist terkenal seperti Gill Boyne, Mary Lee LaBay, maupun Calvin Banyan dan lain-lain.

2.2 Dasar Dasar hipnotis
Pikiran bawah sadar manusia menyimpan misteri yang luar biasa. Banyak hal yang menyangkut manusia bersumber dari berbagai data dan nilai yang tersimpan di pikiran bawah sadar. Pikiran bawah sadar tidak saja terkait dengan perilaku dan mental, tetapi lebih jauh lagi pikiran bawah sadar dapat merubah metabolisme, mempercepat penyembuhan, atau bahkan memperburuk suatu kondisi penyakit.
Hypnotherapy adalah suatu metode dimana pasien dibimbing untuk melakukan relaksasi, dimana setelah kondisi relaksasi dalam ini tercapai maka secara alamiah gerbang pikiran bawah sadar sesesorang akan terbuka lebar, sehingga yang bersangkutan cenderung lebih mudah untuk menerima sugesti penyembuhan yang diberikan.
Secara konvensional, Hypnotherapy dapat diterapkan kepada mereka yang memenuhi persyaratan dasar, yaitu :
(1). Bersedia dengan sukarela
(2). Memiliki kemampuan untuk fokus
(3). Memahami komunikasi verbal.
Untuk memahami Hypnosis atau Hypnotherapy secara mudah dan benar, sebelumnya kita harus memahami bahwa aktivitas pikiran manusia secara sederhana dikelompokkan dalam 4 wilayah yang dikenal dengan istilah Brainwave, yaitu : Beta, Alpha, Theta, dan Delta
Beta adalah kondisi pikiran pada saat sesorang sangat aktif dan waspada. Kondisi ini adalah kondisi umum ketika seseorang tengah beraktivitas normal. Frekwensi pikiran pada kondisi ini sekitar 14 – 24 Cps (diukur dengan perangkat EEG)
Alpha adalah kondisi ketika seseorang tengah fokus pada suatu hal (belajar, mengerjakan suatu kegiatan teknis, menonton televisi), atau pada saat seseorang dalam kondisi relaksasi. Frekwensi pikiran pada kondisi ini sekitar 7 – 14 Cps.
Theta adalah kondisi relaksasi yang sangat ekstrim, sehingga seakan-akan yang bersangkutan merasa “tertidur”, kondisi ini seperti halnya pada saat seseorang melakukan meditasi yang sangat dalam. Theta juga gelombang pikiran ketika seseorang tertidur dengan bermimpi, atau kondisi REM (Rapid Eye Movement). Frekwensi pikiran pada kondisi ini sekitar 3.5 – 7 Cps
Delta adalah kondisi tidur normal (tanpa mimpi). Frekwensi pikiran pada kondisi ini sekitar 0.5 – 3.5 Cps
Kondisi Hypnosis sangat mirip dengan kondisi gelombang pikiran Alpha dan Theta. Yang sangat menarik, bahwa kondisi Beta, Alpha, dan Theta, merupakan kondisi umum yang berlangsung secara bergantian dalam diri kita. Suatu saat kita di kondisi Beta, kemudian sekian detik kita berpindah ke Alpha, sekian detik berpindah ke Theta, dan kembali lagi ke Beta, dan seterusnya.

Pada saat setiap orang menuju proses tidur alami, maka yang terjadi adalah gelombang pikiran ini secara perlahan-lahan akan menurun mulai dari Beta, Alpha, Theta, kemudian Delta dimana kita benar-benar mulai tertidur. Perpindahan wilayah ini tidak berlangsung dengan cepat, sehingga sebetulnya walaupun seakan-akan seseorang sudah tampak tertidur, mungkin saja ia masih berada di wilayah Theta.
Pada wilayah Theta seseorang akan merasa tertidur, suara-suara luar tidak dapat didengarkan dengan baik, tetapi justru suara-suara ini didengar dengan sngat baik oleh pikiran bawah sadarnya, dan cenderung menjadi nilai yang permanen, karena tidak disadari oleh “pikiran sadar” yang bersangkutan.
2.3 Penggunaan Hipnotis dalam Bidang Kedokteran
Seorang yang sakit secara medis, mau sembuh atau tidak mau mengikuti saran dokternya atau tidak, tergantung pada pasien sendiri. Sehebat apapun dokternya, apabila pasien tidak menuruti apa kata dokternya, tentunya sulit untuk sembuh.
Dalam kasus-kasus tertentu yang bersifat medis, hipnoterapi BUKAN suatu bentuk ALTERNATIF dari pengobatan, tetapi menjadi suplemen terhadap proses penyembuhannya. Sehingga jika secara medis masalah tersebut masih memerlukan pengobatan secara medis maka masih tetap dibutuhkan seorang dokter untuk memberikan obatnya. Seorang hypnotherapist membantu dalam masalah mentalnya.
Metode hipnoterapi modern dengan orientasi kepada pasien lebih banyak berperan untuk ‘membuka’ kesadaran pasien untuk mengetahui masalah utamanya dan membantu pasien untuk menyembuhkan atau menyelesaikan masalahnya oleh dia sendiri. Pasien menjadi lebih merasa nyaman dengan kondisinya dan dapat menerima kondisinya, sehingga tidak mengganggu aktivitasnya atau kegiatannya sehari-hari.
Hipnotis kedokteran telah mengalami banyak perkembangan sejak pertama kali diterapkan oleh dr Franz Anton Mesmer (1734-1815) dan dr James Braid (1795-1860). Pada 1955, The British Medical Association mengakui hipnotis sebagai salah satu terapi medis yang sahih. Sementara The American Medical Association mengakuinya sejak 1958.
Hipnotis kedokteran kini terbagi atas hipnopromosi (meningkatkan kesehatan dengan hipnotis bagi orang sehat),hipnoprevensi (mencegah gangguan kesehatan dengan hipnotis bagi orang sehat), hipnoterapi (penyehatan dengan hinotis bagi orang sakit), serta masih ada hipnotis untuk rehabilitasi bagi orang cacat. Hipnotis juga digunakan di bidang kebidanan (hypnobirthing) dan kedokteran gigi (hypnodontics).
            Hipnoterapi merupakan salah satu bentuk psikoterapi dalam dunia psikiatri. Namun demikian, hipnoterapi juga bisa digunakan pada pasien nonpsikiatrik. Pengobatan model ini bisa digabungkan dengan jenis pengobatan lainnya. Banyak dokter terutama ahli bedah dan anestesi yang terlatih dalam masalah hipnoterapi. Demikian pula dokter gigi serta para perawat. Sayangnya, hingga kini masih banyak orang yang enggan menjalani hipnoterapi.

2.4 Subjek Hipnoterapi
Orang yang dihipnotis sebenarnya tidak dalam keadaan tidur sesungguhnya. Walaupun menggunakan perintah berupa kata 'tidur', kata itu tidak membuat pasien tidur sesungguhnya. Pasien tetap dalam keadaan bangun, serta mampu mengobservasi perilakunya selama dalam keadaan hipnotis. Ia menyadari segala sesuatu yang diperintahkan serta dapat menolak sesuatu yang bertentangan dengan keinginan atau norma-norma umum. Selain itu, sebelum proses ini dilakukan, telah ada kesepakatan antara pasien dengan penghipnotis untuk melakukan hipnoterapi
Melakukan hipnoterapi terhadap pasien sama halnya dengan melakukan terapi lainnya. Pasien harus tahu persis mengapa diperlukan bantuan hipnotis dalam terapinya, serta keunggulan apa yang didapatkan dibandingkan model terapi lainnya. Proses hipnoterapi juga harus dilakukan dengan jelas, terbuka, dan tanpa paksaan. Sebelum melakukan hipnotis, pasien harus terlebih dahulu menjalani pemeriksaan fisik, dan bila perlu disusul dengan menjalani pemeriksaan laboratorium (darah, urine, dll).
Terapis sebagai fasilitator dan pasien sebagai subjek perlu menjalani kerjasama yang baik sebelum proses hipnotis dimulai. Pemahaman pasien akan masksud dan tujuan hipnoterapi merupakan kunci efektifitas terapi. Karena itu diperlukan informasi yang jelas dan pemahaman yang sama. Hal ini bertujuan agar persepsi yang terbentuk dalam tingkat sadar sejalan dengan persepsi bawah sadar.
Menurut dr Erwin Kusuma SpKJ, pasien hipnotis berperan sebagai subjek. Ini berarti pasienlah yang menentukan apa yang akan dilakukan. Sementara penghipnotis hanya berperan sebagai fasilitator. Bila sudah terampil, lanjut dosen hipnotis kedokteran FKUI ini, pasien tidak perlu lagi peran fasilitator sehingga hipnotis bisa dilakukan sendiri (autohipnotis).
Pada tingkat bawah sadar, pasien tetap sepenuhnya memiliki kendali terhadap kemauannya sendiri sehingga ia tidak mungkin dipengaruhi di luar kesadarannya. ''Ini yang sering disalah mengerti oleh orang awam,'' ungkap lulusan Psikiatri Anak dan Remaja FKUI tahun 1982 itu. Berbeda dengan magnetisme dimana pasien berfungsi sebagai obyek (sasaran) yang dikendalikan, baik untuk tujuan terapi maupun untuk hal-hal negatif seperti untuk merampok.

2.5 Kasus yang Dapat Ditangani dengan Hipnoterapi
Kasus seperti apa saja yang bisa mendapatkan hipnoterapi? Erwin mengungkapkan, pasien dengan kasus kecemasan dan fobia adalah yang paling sering mendapatkan hipnoterapi. Bagi pasien yang mengalami gangguan kecemasan sehingga cemas pula untuk menelan obat, hipnoterapi adalah tindakan yang utama.
Gangguan kesehatan bioplasmik (aura dan chakra), ungkap Erwin, sudah tentu harus diatasi dengan hipnoterapi. Ini karena obat-obatan kimia tidak mampu mencapai bioplasmik tersebut. Gangguan kesehatan bioplasmik dapat dilihat dari menurunnya ketahanan mental maupun fisik, serta berbagai bentuk alergi. Hipnoterapi juga dilakukan untuk pasien dengan gangguan psikosomatik. Sedangkan untuk gangguan fisik murni (somatik), hipnoterapi berperan sebagai penunjang.
Kasus kebutaan histerik, yakni kebutaan yang timbul setelah mengalami trauma psikis, juga dapat diobati dengan hipnoterapi. Seperti halnya jenis terapi lainnya, harus ada indikasi (alasan) untuk menggunakan hipnoterapi. Selain itu, terapi jenis ini digunakan bila manfaatnya lebih besar dari pada kerugian yang mungkin timbul.
Lebih lanjut, hipnoterapi mempunyai manfaat sebagai berikut: Pada anak-anak, hipnoterapi dapat menghilangkan kebiasaan buruk seperti gigit kuku, menghisap jari, gagap, ngompol, alergi/kulit merah-merah. Hipnoterapi juga diterapkan pada pasien autisme.
Pada pasien dewasa, hipnoterapi dapat menghilangkan kebiasaan buruk seperti masturbasi, merokok, judi, insomnia, penyakit kulit, kleptomania, phobia, trauma pskologis (kekerasan, perkosaan), serta dapat mempercepat penyembuhan ketergantungan narkoba. Di samping itu juga dapat membantu mengatasi luka bakar, melenyapkan timbulnya kutil, serta mampu menyembuhkan penyakit seperti asma, sinusitis, arthritis, mabuk laut, gangguan menstruasi, tekanan dfarah yinggi, stroke, impotensi, mengatasi rasa sakit (kasus kanker, persalinan, dan cabut gigi).
Hipnotis juga digunakan untuk mengatasi kecemasan bawah sadar sehingga pasien mampu untuk menghadapi realitas, seperti pada kasus phobia, cemas, gangguan psikomatik, ataupun kebiasaan buruk (bad habits)
Di bidang psikologi belajar, hipnotis dapat diarahkan untuk mengingkatkan konsentrasi, daya ingat, kreatifitas, ataupun kesiapan menghadapi ujian. Sementara di bidang industri, hipnotis bermanfaat untuk meningkatkan mutu SDM sehingga diharapkan mampu menghadapi situasi kompetitif dan efektif dalam menjalani tugas.
Kasus : Penurunan Rasa Nyeri dengan Hipnosis
Otak dan pikiran manusia masih menyimpan jutaan misteri dengan sedemikian banyak fenomena yang luar biasa. Selama ini banyak orang telah mengetahui bahwa hypnosis dapat dimanfaatkan untuk menurunkan nyeri. Namun demikian belum diketahui secara jelas bagaimana mekanisme kerja hypnosis dalam tubuh manusia terutama otak. Tampaknya, apabila kita dapat menjelaskan lebih dalam secara ilmiah maka hal itu akan makin mendorong peneriman masyarakat dan aplikasinya di banyak area praktek klinik.
Hal itu pula yang mendorong Sebastian Schulz-Stubner, M.D.,Ph.D dan rekan-rekannya, para peneliti dari University of Iowa dan The Technical University of Aachen, Jerman, untuk melakukan penelitian lebih dalam tentang pengaruh hypnosis pada otak manusia. Mereka mencoba menggunakan Magnetic Resonance Imaging untuk mendapatkan gambaran bagaimana hypnosis merubah aktivitas otak sebagai cara untuk menurunkan nyeri.
Mereka mendapatkan bahwa para relawan yang diberikan tehnik hypnosis mengalami penurunan nyeri yang signifikan terhadap rangsang nyeri panas. Mereka juga mendapati secara jelas perbedaan pola aktivitas otak dibandingkan saat relawan tidak dihipnosis selama mendapatkan rangsang nyeri. Perubahan aktivitas otak tersebut menggambarkan bahwa hypnosis memutuskan signal nyeri dari aliran saraf yang menuju bagian otak yang mempersepsikan nyeri.
Menurut Schulz-Stubner yang utama dari penemuan mereka, dimana MRI pertama kali digunakan untuk meneliti aktivitas otak saat hypnosis untuk menekan nyeri, adalah mereka melihat adanya penurunan aktivitas di daerah jaringan nyeri (pusat persepsi nyeri) dan peningkatan aktivitas pada area otak lainnya saat hypnosis. Peningkatan tersebut bisa spesifik bisa juga tidak tetapi jelas melakukan sesuatu hal yang menurunkan atau menghambat signal nyeri masuk ke struktur kortikal.
Jaringan nyeri berfungsi seperti system relay. Input signal nyeri berasal dari saraf perifer di daerah dimana rangsang nyeri diberikan, kemudian masuk ke dalam spinal cord dimana informasi diproses dan disalurkan ke dalam batang otak. Dari sini signal menuju area otak tengah dan akhirnya masuk ke dalam korteks otak yang berkaitan dengan persepsi sadar terhadap stimulus eksternal seperti nyeri.
Proses yang terjadi pada jaringan nyeri bagian bawah gambarannya terlihat sama antara saat kondisi hypnosis ataupun tidak, namun pada kondisi hypnosis aktivitasnya menurun pada daerah atas (korteks) yang berperan terhadap persepsi nyeri.
Awalnya, 12 relawan dibagi menjadi 2 grup dimana tiap relawan akan diberikan stimulus menggunakan benda panas pada kulit mereka sampai mereka merasakan nyeri skala 8 (pada rentang skala nyeri 0-10). Pada grup pertama dilakukan hypnosis lebih dahulu, kemudian relawan ditempatkan dalam MRI dan dilakukan scaning aktivitas otak pada saat stimulus nyeri diberikan. Kemudian kondisi hypnosis dihentikan, MRI melakukan scaning lagi saat relawan diberikan stimulus nyeri tanpa hypnosis. Pada grup kedua dilakukan proses yang sebaliknya. Relawan dilakukan scaning saat menerima stimulus tanpa hypnosis lebih dahulu, baru kemudian discaning saat kondisi hypnosis.
Hypnosis berhasil menurunkan nyeri pada semua relawan. Mereka semua melaporkan tidak merasakan nyeri atau nyeri berkurang secara signifikan (dibawah nilai skala 3). Saat kondisi hypnosis MRI menunjukkan aktivitas otak menurun pada area persepsi nyeri yang meliputi daerah korteks ( primary sensory cortex). Pada dua struktur otak yang lain : korteks cingulated anterior kiri dan basal ganglia terlihat gambaran yang berbeda dengan adanya peningkatan aktivitas otak. Para peneliti memperkirakan peningkatan aktivitas pada dua area otak tersebut merupakan bagian dari jalur penghambat yang memutus signal agar tidak ditangkap oleh struktur kortikal yang lebih tinggi yang bertugas mempersepsikan nyeri.
Schulz-Stubner mencatat bahwa detail MRI yang dibutuhkan untuk mengidentifikasi secara pasti area yag terlibat saat hypnosis menurunkan nyeri dan berharap adanya MRI generasi yang lebih baru yang bisa memberikan jawaban lebih banyak.

Bagaimanapun penelitian ini patut menjadi perhatian dan mendapatkan apresiasi karena setidaknya telah menjadi bagian kecil dari penjelasan dan gambaran ilmiah tentang proses hypnosis dalam menurunkan rasa nyeri. (Story Source : University of Iowa Health Science Relations.
2.6 Belajar Ilmu Hipnosis yang Benar 
Dengan mendapatkan cara belajar ilmu hipnotis yang benar, Anda akan terhindar dari hal-hal yang merugikan dan berbahaya baik bagi Anda sendiri maupun orang lain. Terlebih bila Anda berniat baik yaitu untuk membantu meringankan beban yang orang lain rasakan dalam kehidupan mereka. Niat yang sangat mulia, bukan?

Mempelajari ilmu hipnotis (dalam bahasa Inggris : hypnosis) sebenarnya mudah karena hipnotis ini sebenarnya dialami oleh SETIAP orang SETIAP hari.

belajar teknik hipnotisContoh: Anda melihat gambar di samping kanan ini. Apa yang Anda lihat? Apakah Anda melihat lingkaran hitam yang membesar atau mengecil? Hati-hati lho dengan pandangan Anda!



cara belajar teknik ilmu hipnotis (hypnotis)Atau bila Anda melihat bunga lotus di sebelah kiri ini. Bila saya meminta Anda untuk melihat dan menikmatinya, Apa yang Anda rasakan? Bayangkan dan rasakan Anda memegang bunga tersebut langsung dengan tangan Anda sendiri. Apa yang dapat Anda ingat memori dalam hidup Anda yang berhubungan dengan keindahan bunga ini? Bila saya minta Anda untuk melihat ini sambil mendengarkan musik lantunan instrumen yang paling Anda sukai, perubahan Apa yang akan Anda lakukan dalam hidup ini untuk menjadi lebih baik? (Nah... ini saya sudah mulai berkomunikasi dengan bawah sadar Anda).

Contoh lain: bila Anda menonton acara TV yang seru, seperti sepak bola. Apa pun yang pasangan Anda katakan saat seseorang bicara dengan Anda, maka itu tidak terdengar. Mengapa? Karena Anda sedang terhipnotis oleh tendangan Beckham yang hendak mencetak gol.

Atau anak Anda sedang membaca komik Donal Bebek. Saking dalamnya konsentrasi sang anak, maka panggilan Anda agar makan sekalipun, tidak digubris.

Pembaca yang budiman, dengan demikian, karena kita mengalaminya setiap hari, maka  Anda bisa bayangkan betapa mudahnya belajar ilmu teknik hipnotis ini, bukan? Jadi Anda sendiri sudah diberkati oleh Allah yang Maha Kuasa akan kemampuan ini. Tinggal permasalahannya, apakah Anda mau belajar hipnotis dengan cara yang tepat, baik dan benar. Mengapa saya katakan belajar ilmu hipnotis sebaiknya demikian?

            Karena saat ini banyak ditawarkan cara cepat belajar hipnotis yang tidak bertanggung jawab, bahkan tujuannya pun untuk hal yang tidak baik, seperti memperdaya orang lain, menipu bahkan merampas hak milik orang lain. Hal inilah yang selama ini mencoreng nama baik ilmu hipnotis. Masyarakat kita sudah terlanjur dibombardir oleh berita di surat kabar, antara lain seperti seorang ibu yang diberitakan telah dihipnotis di depan ATM sehingga uang dan perhiasannya ludes... Nah, tentu bukan ini yang saya maksud

2.7 Manfaat Ilmu Hipnoterapi
Dalam Bidang Kecantikan
·         Menurunkan berat badan 1-5 kg / Minggu tanpa diet dan tanpa olah raga.
·         Mendapatkan berat badan ideal. Menambah berat badan secara alami.
·         Memperbesar, memperkecil, dan mengencangkan payudara.
·         Memunculkan inner beauty, keanggunan, dan pribadi yang menawan.
·         Mengatasi perasaan selalu tidak puas dengan penampilan fisik yang dimiliki.
·         Awet muda dengan pemrograman pikiran.

Dalam Bidang Kesehatan
·         Memunculkan Mental Anesthesia atau membuat seluruh tubuh atau bagian tubuh tertentu mati rasa dengan memprogram pikiran dan tanpa menggunakan obat bius atau bahan anestesi lain.  Mental Anesthesia ini bisa digunakan untuk:
o    Menyuntik tanpa rasa sakit.
o    Khitan tanpa rasa sakit.
o    Operasi besar atau kecil tanpa obat bius.
o    Melahirkan tanpa rasa sakit.
·         Pain Control / mengendalikan rasa sakit pada penderita kenyerian yang sering kambuh.
·         Memberi sugesti untuk kepada pasien agar termotivasi untuk sembuh.
·         Mengobati Psikosomatis (Penyakit fisik yang disebabkan/diperparah oleh masalah emosional).
·         Masalah tidur, kesulitan tidur, insomnia, mimpi buruk, halusinasi ketika menutup mata.
·         Menghilangkan Sakit Kepala dan Migren yang sering kambuh.

Dalam Bidang Seksual
·         Bagi pria - mengatasi impotensi non-organis dan ejakulasi dini.
·         Untuk wanita - mengatasi frigiditas, dan kesulitan orgasme.
·         Membantu mengurangi nyeri menstruasi.
·         Hypnosis juga bisa digunakan untuk mengatasi penyimpangan seksual. Homoseks bisa dinormalkan asalkan yang bersangkutan ingin normal.

 Dalam Bidang Psikologi
·         Menyembuhkan fobia atau rasa takut yang berlebihan dalam waktu cepat.
·         Menyembuhkan gagap dan latah dalam waktu sangat singkat.
·         Membantu menghilangkan Stress, Depresi, Frustasi
·         Hilangnya harapan hidup akibat ditinggal orang yang dicintai.
·         Trauma (Post Traumatic Stress Disorder)
·         Kecemasan (Anxiety Disorder)
·         Menghilangkan kecanduan. Misalnya kecanduan merokok, alkohol,
·         Menghilangkan kebiasaan buruk.
·         Kesulitan merasa bahagia padahal kebutuhan hidup selalu tercukupi.
·         Membangun penghargaan diri untuk yang merasa dirinya tidak berguna.
·         Putus cinta – Membantu menghilangkan perasaan terikat, cinta, sayang, suka pada seseorang yang seharusnya tidak perlu dipikirkan lagi.
·         Trauma Jatuh Cinta. Kesulitan menjalin hubungan cinta.
·         Takut jatuh cinta lagi karena tidak takut disakiti hati.
·         Mengatasi kebosanan pada pasangan. Menghilangkan niat untuk selingkuh.

Dalam Bidang Pengembangan Diri
·         Meningkatkan konsentrasi, daya ingat, dan kreativitas.
·         Kemampuan menghafal cepat.
·         Mampu fokus mengerjakan sesuatu dalam waktu yang lama.
·         Mengatasi kesulitan belajar pada anak-anak dan remaja.
·         Mengatasi kecemasan atau grogi ketika mengikuti ujian atau tes.
·         Meningkatkan prestasi belajar atau prestasi kerja.
·         Mengatasi rasa bosan belajar atau bekerja.
·         Menghilangkan kebiasaan menunda-nunda pekerjaan.
·         Memunculkan motivasi yang sangat kuat untuk meraih cita-cita.
·         Meningkatkan kepercayaan diri. Mengatasi rasa malu atau minder.
·         Public Speaking, menjadi percaya diri berbicara di depan umum.
·         Kemampuan mengendalikan diri dan mengendalikan emosi.
·         Membangun kepribadian seperti yang di-inginkan.
·         Membangun filter mental yang kuat agar tidak mudah terpengaruh lingkungan yang negatif.
·         Percaya diri / berani dalam mencari pacar dan menyatakan cinta.

Manfaat Hypnosis Lainnya
·         Menemukan barang hilang karena lupa atau terjatuh di suatu tempat.
·         Age Regression – Mengalami kembali kejadian-kejadian di masa lalu.
·         Membongkar memori yang terlupakan. Misalnya untuk mengingat password.

BAB III
PENUTUP
3.1 Saran
            Bagaimanapun penelitian ini patut menjadi perhatian dan mendapatkan apresiasi karena setidaknya telah menjadi bagian kecil dari penjelasan dan gambaran ilmiah tentang proses hypnosis dalam menurunkan rasa nyeri. (Story Source : University of Iowa Health Science Relations).

3.2 Kesimpulan
            Hipnosis atau hipnoterapi merupakan ilmu untuk mengeksplorasi kekuatan pikiran. Apa yang sebelumnya terasa tidak mungkin, dengan hipnosis bisa menjadi mungkin. Hipnosis langsung menjangkau pada akar dari segala masalah pribadi manusia, yaitu pikiran. Dengan demikian, tidak mengherankan apabila seorang hypnotherapist yang benar-benar mendalami ilmu hipnosis bisa membantu berbagai masalah dengan mudah dan sangat cepat.
Meskipun sekarang banyak kalangan menghindari hipnosis karena dikira hipnosis berhubungan dengan magic dan kejahatan, saya yakin, suatu saat nanti, ketika masyarakat sudah bisa memahami hipnosis secara benar, hipnosis akan menjadi pilihan utama bagi orang-orang yang ingin menyelesaikan masalahnya.


DAFTAR PUSTAKA

Adiyanto. 2007, Hipnosis penurunan rasa nyeri Pengamatan Efek Hypnosis Pada Otak Melalui Brain Imaging. www.ibh.com

Chamber, Bradford. 2005. How to hypnotize. Stravon Publisher : New York

Murphy, Joseph. 1997. The power of Your Subconscious Mind (terjemahan) spektrum : Jakarta

McDonald F., 2006, Hypnotherapy Applications in Pain Management. www.fmcdonald.com

McDonald F. 2006 Hypnotherapy in Substance Use Treatment.www.fmcdonald.com

Purwanto, S. 2007 Hipnoterapi (Suplemen Kuliah). Tidak diterbitkan

0 komentar:

Ketik Komentar Disini