Happy Holiday with Linnea Cottage

9:00 AM Unknown 0 Comments


Gak terasa udah masuk di penghujung tahun 2017 ya. Perasaan kemarin baru aja bulan Januari, Februari eh ini udah Desember aja. Dan kalo di penghujung tahun kayak gini, pasti banyak dong yang udah ngerencanain liburan kemana, sama siapa dan nginapnya dimana. 

Hayoo pada mau kemana? Nah kali ini aku mau ceritain paket liburan lengkap yang asyik, unik, pokoknya paket komplit deh. Eh tapi ngomong-ngomong kamu udah nonton film Jumanji: Welcome To The Jungle belum? Nah kalo udah siap-siap karena perjalanan kali ini mirip-mirip sama film Jumanji. Traveler nya ada, tour guide nya apalagi, hewannya? Oh jangan ditanya! Swipe ke bawah ya.


Blogger Medan Trip to Tangkahan
Jadi ceritanya di akhir tahun 2017 ini, aku menutupnya dengan liburan ke Tangkahan di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Ga perlu harus keluar Sumut kok kalau mau dapetin view yang keren, di Sumut masih banyak spot-spot bagus yang bisa memanjakan mata kamu. Banyak yang bilang sih Tangkahan ini salah satu surganya wisata Sumut yang masih terpendam. 

Biasanya kalau dengar kata “Tangkahan” yang diingat pertama kali adalah “Gajah”. Padahal turis-turis dari luar negeri banyak yang tau dan liburan ke Tangkahan bukan cuma untuk melihat Gajah, tapi juga melihat keindahan alamnya kayak sungai, lembah, banyak air terjun, dan air panas, bahkan tumbuhan langka seperti Rafflesia juga ada disini. Yah semoga tulisan ini nantinya bisa jadi salah satu referensi kamu untuk liburan ke Tangkahan ya.

Liburan ke Tangkahan dengan teman – teman itu asyik sekali. perencanaan yang tidak terlalu matang tapi jelas. Hanya rencana dalam sehari saya dan empat teman saya merencanakan pergi ke Tangkahan. Berangkat pukul tiga sore dari simpang USU. Dan kalau dihitung perjalanan kesana bisa memakan 4-5 jam. Setelah berhenti sebentar-sebentar untuk sholat ashar dan magrib juga melewati jalan-jalan ke arah Tangkahan yang belum sepenuhnya mulus akhirnya kami sampai ke tempat penginapan andalan kami. *andalan ya istilahnya anak-anak jaman now sih. Jadi tempat penginapan andalan kami adalah Linnea Cottage.


Penginapan Linnea Cottage

Linnea Cottage merupakan tempat penginapan strategis yang amat sangat bagus. Bukan hanya penginapan, tapi juga memiliki Restaurant dan Tour Guide. Sudah berdiri selama tujuh tahun. Sesampainya disana kami tidak langsung meletakkan barang, tapi makan dulu di Linnea Cottage Restaurant. Karena sudah melakukan perjalanan hampir lima jam jadi pas sekali kalau sampai sini langsung makan malam. Wah penyajian makanannya juga baik sekali. Dengan makanan yang enak bisa dipesan sesuai untuk manjakan lidah kamu.


Makan Malam di Linnea Cottage Restaurant

Linnea Cottage Restaurant

Pemandangan Linnea Cottage Restaurant dari atas malam hari

Setelah selesai makan malam aku dan teman-teman tidak langsung ke kamar, tapi cerita-cerita apa saja yang bisa diceritakan di tempat wisata ini. Mungkin karena sudah malam jadi tidak kelihatan pemandangan segarnya. Tapi jujur terasa segar sekali udaranya. Kebetulan restonya terletak di atas sejajar dengan pohon-pohon tinggi yang ada disana. Subhanallah walaupun melihat ke bawah pemandangannya gelap tapi segar sekali. Setelah mengobrol kami dibawa ke kamar masing-masing. Kebetulan kami ada empat cewek dan satu cowok. 

Jadi aku dan teman-teman cewek lainnya mengambil kamar Single Bed. Memiliki 2 twin spring bed yang bisa untuk empat orang, waaah kebetulan sekali sesuai sama jumlahnya. Tempat tidurnya bagus dan unik sekali, dihiasi kelambu cantik dengan ukuran besar. Kamar mandinya juga sangat luas dengan air yang jernih dan bersih. Tidak perlu AC untuk tidur di kamar ini. Karena pembawaan udara sejuk dari luar membuat kami nyaman beristirahat disini. Akhirnya karena sudah lelah waktunya untuk tidur dan sampai jumpa esok pagi.


Selfie depan kamar penginapan Linnea Cottage pagi hari

Eng ing eng!! Selamat pagi! Tau dong kenapa kalau pagi-pagi harus bangun cepat di tempat wisata? Karena mau ngeliat pemandangan dan udara di pagi hari. Alright! Waaah indah sekali. Pas mau keluar dari pintu kamar yang dilihat adalah pemandangan bukit-bukit hijau, suara kicauan burung dan bunga-bunga indah yang sedang mekar. Memang deh Linnea Cottage ini bisa aja membuat kami nyaman, gak pengen cepat pulang.


Pemandangan dari depan kamar Linnea Cottage

Tapi perjalanan wisata belum dimulai pemirsa! Aku dan teman-temanku bergegas mandi dan membereskan kamar. Karena malamnya tour guide berpesan agar esok membawa barang secukupnya aja. Jadi kami membawa barang-barang seperlunya saja untuk jalan-jalan hari ini. Kalau aku sih cuma bawa kamera, handphone dan powerbank. Duh gak sabar ingin menjelajahi Tangkahan. Tapi sabar dulu, sebelum kita mulai sarapan dulu dong di Linnea Cottage Restaurant. Kalau tadi malam kita ga bisa lihat pemandangan dari atas pagi ini kita lihat!


Perjalanan menuju Linnea Cottage Restaurant pagi hari

Jalan setapak demi setapak untuk sampai ke resto nya akhirnya sampai juga dan aw!!! Keren sekali pemandangan Tangkahan dari atas resto, dibawah sudah terlihat sungai mengalir dengan air yang hijau jernih dan pemandangan pohon-pohon tua dan besar yang bentuknya unik-unik. Ditambah lagi udara yang sangat segar pastinya. Wah kalau di medan bisa kayak gini kayaknya bakal betah ya gak perlu keluar medan.



Linnea Cottage Restaurant

Linnea Cottage Restaurant

Pemandangan Linnea Cottage Restaurant di pagi hari

Pemandangan Linnea Cottage Restaurant dari atas di pagi hari

Nah apa menu kita pagi ini? Nasi goreng dengan teh/kopi hangat. Nasi gorengnya spesial sekali, dilengkapi dengan telur, sayur buncis dll. Seneng pasti ya kalau pagi-pagi makan-makanan enak dari Linnea Cottage Restaurant sambil melihat pemandangan yang indah. Setelah makan aku mencari beberapa angle foto yang bagus dan instagramble (kelihatan ya mau diposting ke instagram hehehe) karena di resto nya sendiri punya spot-spot yang bagus. Dengan bambu-bambu unik, susunan meja dan kursi yang nyaman kalau duduk.


Menu sarapan di Linnea Cottage Restaurant

Setelah sarapan kami langsung turun ke bawah. Saya kira perjalanan hari ini full dengan jalan kaki dan jungle track. Ternyata memang benar jalan kaki tapi sambil menyebrang sungai. Menyebrang sungai? Gimana ceritanya? Iya melewati sungai untuk perjalanan hari ini. Serunya main air, udah lama gak main-main dengan air. Mainnya dengan mic mulu nih *teringat siaran. Tapi jujur seru sekali karena arus sungai yang deras membuat kami merasa tertantang harus melewati sungai Batang Serangan.


Sungai Batang Serangan

Enaknya melewati sungai ini, jalannya tidak licin. Dan kedalaman dari setiap sisi sungai berbeda-beda. Misalnya nih kita jalan dari jalur sungai sebelah kanan, paling yang basah hanya bagian dari kaki sampai lutut. Namun semakin ke tengah tingkat kedalamannya semakin tinggi, bisa jadi sebahu atau di bawah sedikit.  Uniknya di tengah-tengah sungai ini terdapat jembatan. Jembatan yang kalau kamu lewati bisa melihat mendapatkan air hangat di dalam gua kecil. Tapi untuk merasakan air itu, kamu cukup membayar Rp 2.000,00,- yah ga masalah kan namanya juga liburan menghabiskan beberapa rejeki tidak masalah.

Aku dan teman-temanpun melewati jembatan kecil itu, tapi kami gak bayar loh ya karena udah sepaket semua sama Linnea Cottage. Jadi setiap perjalanan tenang dan nyaman. Setelah turun dari jembatan kecil, kami bergegas melanjutkan perjalanan untuk tubbing. Tubbing ini adalah cara melewati sungai dengan menaiki ban. Pun karena arus sungai yang deras dan kedalaman yang gak memungkinkan membuat kami harus tubbing. Ah seru sekali pokoknya. Kalau ada ombak sungai yang tinggi, kami serasa tertantang di atas ban. Bergelombang dan serasa mau terbalik tapi belum, ini belum ada apa-apanya kata tour guide.


Tubbing with Linnea Cottage Crew

Setelah tubbing kami melanjutkan jungle track menuju Air Terjun Pantai Salak. Luar biasa jungle track nya, aku keseringan jatuh dan terpeleset. Mungkin karena sepatu nya agak licin kali ya, tapi seru kok serasa lagi ada my trip my adventure, jatuh dan kotor-kotoran *eaak. Berjalan selama hampir 20 menit akhirnya memasuki daerah yang penuh batu tapi sangat licin. Batunya tuh serasa coklat, pas berdiri di atasnya meleleh. Tapi kalau dipegang sangat keras. 

Eh ternyata ini penyebab nama air terjunnya Pantai Salak, karena batu-batunya seperti salak. Tajam dan berigi. Waaah unik sekali loh air terjunnya. Setelah menikmati airnya yang segar dan foto-foto kami melanjutkan perjalanan.


Air Terjun Pantai Salak

Air Terjun Pantai Salak

Nah setelah ini kami mau jungle track lagi, tantangan jungle track kali ini banyak pacetnya. Jadi kalo kami jalan, tour guide nya selalu bilang “liat-liat kakinya kalau ada pacet”. Aku termasuk orang yang geli sama pacet, jadi ya gitu jalan selangkah parnoan. Gara-gara itu juga jadi terpeleset dan jatuh lagi. Huh serasa lagi nyanyi Rumor – Butiran Debu ya *aku terjatuh dan tak bisa bangkit lagi. Eh ya bisa dong kan ada tour guide spesial Linnea Cottage yang selalu menemani, asek.

Nah jungle track kami yang kedua ini air terjun lagi. Yaitu Air Terjun Sungsang. Ini juga termasuk surga yang tersembunyi di hutan Tangkahan. Karena siapa sangka loh, di tengah-tengah hutan gini ada air terjun yang sejuk sekali. Kalau air terjun ini uniknya lebih luas dari Air Terjun Pantai Salak tadi, juga batunya lebih sedikit dan tidak terlalu licin. 

Karena sudah tidak sabar, aku dan teman-teman yang lain menghabiskan waktu lebih banyak disini. Foto-foto dan basah-basah manja jangan lupa ya. Wah segar sekali. Kata tour guidenya sebenarnya air terjun ini biasanya lebih bagus dari ini, karena airnya kali ini gak penuh yang keluar hanya bagian kiri saja. Tapi tidak apa-apa kami tetap senang!


Air Terjun Sungsang

Air Terjun Sunsang

Air Terjun Sungsang w/ Linnea Cottage Crew

Selfie di Air Terjun Sungsang

Setelah menghabiskan banyak waktu sampe jam satu siang, kami melanjutkan perjalanan menyeberang sungai kembali untuk makan siang. Pastinya seru karena makan siang juga udah disediakan dari Linnea Cottage Restaurant. Duh senang ya kalo liburan dapat paket komplit kayak gini. Makan dipinggir sungai, menghirup udara segar ditemeni pemandangan air sungai yang mengalir deras berombak dengan hawa yang dingin. Tidak akan terlupakan deh.

Kalau tadi di awal aku ada sedikit menyinggung seperti film Jumanji: Welcome To The Jungle, yay! Sebentar lagi kami akan tempat Konservasi Gajah Tangkahan. Kalau di film Jumanji si traveler dikejar-kejar gajah kan. Ini enggak, kami loh yang ngejar-ngejar gajah *loh ya nggak dong. Kami menaiki gajah. Kira-kira perjalanan kami ke Konservasi memakan waktu 25 menit, itupun naik mobil karena lumayan jauh dan juga padat.


Konservasi Gajah, Tangkahan

Akhirnya kami sampai juga ke Konservasi Gajah di Tangkahan. Jujur ini yang kali pertama sih aku kesini. Serius gara-gara nonton Jumanji aku jadi serasa takut dikejar Gajah, padahal gajahnya diam aja lo hahaha. Tapi aku ngelawan rasa takut, aku mau naik gajah! Akhirnya hilanglah rasa takutku, ternyata seru juga ya bisa naik gajah. 

Karena selama gajahnya berjalan kita juga serasa ikut berjalan, tidak tenang. Mungkin karena tempat duduk yang di pundak gajah tidak merata kali ya. Tapi nice!!! Asyik sekali. Hal yang gak mau ketinggalan lagi-lagi foto dengan gajah. Tapi karena ramai sekali jadi belum dapat angle yang terlalu bagus. Hmm gak apa-apa deh yang penting udah foto.


Tahap naik gajah


Tangkahan bareng Linnea Cottage Crew



Oke deh setelah seharian tadi udah kemana-mana. Melewati sungai, tubbing, ke air terjun dan konservasi gajah. Waktunya untuk pulaaang. Yah gak kerasa udah mau selesai aja. Kami sama-sama balik ke penginapan Linnea Cottage. Jadi gimana? Benar-benar serukan sesuai seperti yang aku bilang di awal, film Jumanji! Happy Holiday with Linnea Cottage. 

Ngomong-ngomong nih buat kamu yang pengen liburan ke Tangkahan jangan lupa tempat penginapan yang recommended, cuma di Linnea Cottage. Tempat penginapan yang strategis memiliki 15 kamar dengan harga yang bervariasi dan terjangkau. Nah untuk informasi lebih lanjut langsung cek instagramnya di @linnea_cottage atau hubungi Meidi: 085261865837


Penginapan Linnea Cottage







0 komentar:

Ketik Komentar Disini