Travel Journalism in Bali Journalist Week 2017

1:17 PM Anggita Risyam S 0 Comments

Peserta Bali Journalist Week 2017 di Taman Ayun Bali

Sore itu senja terlihat terang seakan mendukung segala kegiatan setiap orang yang beraktivitas. Dengan perasaan takut, takut ditinggal pesawat sayapun melangkah cepat menaiki sepeda motor untuk berangkat ke rumah salah satu teman dari Persma Pijar Usu untuk sama-sama berangkat ke Bandara Kualanamu Internasional. Yap mau kemana kami? Bali!! yah mimpi yang sebentar lagi terwujud. Eits tapi di Bali kami bukan liburan loh ya, justru untuk mencari pengalaman baru yaitu mengikuti Bali Journalist Week 2017.


Jadi ceritanya saya Anggita Siregar kemarin bertemu dengan teman saya Dinda Nazlia Nasution dan ia mengajak saya untuk ke Bali mengikuti kegiatan ini, namun saya fikir apa ini tidak memerlukan banyak biaya? Dinda menyarankan agar kami berdua bersama-sama mencari sponsor supaya lebih ringan. Hampir dua minggu kami berjelajah ke beberapa perusahaan, yang lebih utama sih ke kampus masing-masing.

Alhamdulillah pihak kampus kami masing-masing membantu. Dengan kata lain saya perwakilan dari Persma Kreatif Universitas Negeri Medan dan Dinda dari Persma Pijar Universitas Sumatera Utara. Namun kami masih butuh beberapa biaya lagi untuk tiket Medan – Bali. Akhirnya keluarga masing-masing juga mendukung, yes alhamdulillah. Dan sisanya kami gunakan tabungan masing-masing. Yaaah walaupun pas-pasan untuk kesana, tapi kami punya tekad dan semangat yang tinggi untuk mencari pengalaman ini.

Kembali ke cerita berangkat ya. Setelah dua minggu menghabiskan waktu, tenaga dan fikiran. Tibalah tanggal 8 Juli 2017, ketika itu sore hari dengan keadaan cuaca yang sangat cerah saya pergi berangkat dengan Dinda jam 5 sore dan sampai bandara jam 6 sore menuju malam. Dan menunggu hampir 3 jam di bandara karna pesawat delay dan berangkat jam 9 malam. Wah menunggu tiga jam di bandara terasa juga yah, terasa bosan menunggunya. Dan akhirnya jam 9 tepat kami masuk ke boarding pass.

Oke kayaknya terlalu banyak cerita untuk keberangkatan, langsung aja kalo gitu ya. Jadi kami sampai di Bandara Ngurah Rai Internasional jam 6 pagi, waktu itu sudah ditunggu oleh panitia Bali Journalist Week 2017. Senang sekali rasanya menginjak tanah bali. Di sepanjang perjalanan menuju Universitas Udayana yang ada di Denpasar, saya masih tidak menyangka bisa berada disini. Bangunan – bangunan yang unik dihiasi dengan patung dewa yang beragam di setiap depan rumah.

Pagi itu hari pertama saya dan teman-teman BJW (Bali Journalist Week) bergerak ke Universitas Udayana, Bali Sudirman. Yeay Bali!!! Senang sekali akhirnya untuk kali pertama bisa menginjakkan kaki di Bali, Kota impian. Pagi itu Udayana terlihat sepi, daun – daun dan bunga Jepun berguguran memberikan wangi yang khas. Karena saya sering melihat orang-orang meletakkan bunga itu di telinga, jadi saya juga pake deh.

Duh cantik banget, gini ya rasanya jadi orang Bali. Eh belum lo belum ada apa-apanya cerita saya ini. Tapi ngomong-ngomong bunga jepun ini merupakan nama lain dari bunga kamboja di Bali. Nah bunga kamboja dibedakan dalam dua kelompok besar yaitu jepun Jawa dan Bali. Jepun Jawa yang biasa disebut kamboja kuburan ini berdaun lebar dan berbunga putih. Jepun Bali terdiri dari bermacam-macam jenis. Satu diantaranya adalah jenis cendana yang konon paling harum.
Hmm baiklah, sambil membawa-bawa bunga harum ini saya singgah ke tempat sembahyang agama hindu yang ada di Udayana, namanya Padmasana Kampus Sudirman. Om Swastiastu! Saya keliling di setiap Fakultas yang ada di Udayana, salah satunya Fakultas Pariwisata. Gedungnya cantik, unik.

Sebelum masuk juga fakultas ini memiliki gerbang yang khas, jadi indah sekali kalau foto di gerbangnya. Dan saya mengelilingi fakultas hampir lama, karena sambil menunggu waktu untuk Talkshow Nasional siang hari. Setelah puas mengelilingi Kampus Udayana Sudirman akhirnya tiba waktu untuk menghadiri talkshow dan bertemu dengan pembicara-pembicara kece pastinya.

Talkshow Nasional ini bertema “Online dan Konsumsi Media Masa Kini” dengan pembicara Michael Tjandra (Reporter Rtv) dan Putri Ayuningtyas (Reporter CNN Indonesia). Dan diadakan di Ruang Nusantara Gedung Agrokomplek Udayana. Karena saya sangat tertarik di Kegiatan Bali Journalist Week ini, saya siapkan pertanyaan untuk pembicara.

Yah supaya ada yang bisa saya kenang selain jalan-jalan hahaha “pertanyaan” berarti kenang-kenangan untuk saya, apaan sih nggik. Oke jadi bertanya ke pak Michael Tjandra tentang berita hoax. Dan dijawab dengan santai. Juga diakhir talkshow ternyata ada hadiah spesial buat yang bertanya, yaitu souvenir dan foto bareng. Asyikkk foto sama reporter siapatau suatu hari nanti bisa tertular jadi Reporter TV, aamiin.


Sore tlah tiba, gak kerasa banget yah rasanya tuh pengen lama-lama aja disini. Karena talkshow nya udah selesai. Akhirnya saya dan peserta BJW bergegas membawa barang-barang ke hotel, karena ternyata kegiatan ini diadakan di Hotel Mahajaya, Ubung, Denpasar Bali. Oke lets go! Sesampai di hotel, menjelajahi setiap ruangannya.

Waaah wangi sekali, wangi bunga jepun. Dan ternyata setiap kamar di hotelnya diletakkan sepiring bunga jepun dan bunga-bunga lain seperti ritual hindu kebanyakan. Katanya ritual meletakkan bunga ini untuk menjaga orang-orang yang berada di dalam kamarnya. Yah tidak apa-apa saya mengerti, setiap daerah khas dan ritualnya berbeda.

Malamnya saya dan peserta lainnya beristirahat. And guess what saya sekamar dengan peserta darimana! Yaaay gadis asal Badan Otonom Economica FEB UI bernama Citra Mufthi Ulil Afida dan gadis yang sekota dengan saya dari LPM Neraca Politeknik Negeri Medan yaitu Novira Anggriyani Sugiono. Ah senang sekali bisa memiliki teman baru. Malam itu sebelum tidur kami cerita tentang banyak hal. Mulai dari kegiatan masing-masing, sampai alasan kenapa pengen masuk Organisasi Pers Mahasiswa di Kampus masing-masing. Kalo saya sih jujur karena senang dengan dunia jurnalistik. Dari SMP kalau udah liat berita pasti niru-niru gaya si pembawa berita, seneng aja deh pokoknya.

Menuju pagi seluruh peserta bersiap berkumpul di ballroom, dan ternyata jumlah peserta BJW 2017 berjumlah 23 orang termasuk saya. Wow! Angka yang tidak terlalu banyak tapi pasti akan seru. Setidaknya cukup mewakili mahasiswa-mahasiswa jurnalis se-Indonesia. Lagi-lagi kenalan dan dapat teman baru. Jadi setelah semalam kami Talkshow Nasional, maka hari ini akan ada Pelatihan Jurnalistik Tingkat Lanjut Nasional.

Hari kedua Pelatihan Jurnalistik Tingkat Nasional dimana semua terlihat bersemangat. Pelatihan ini diadakan dua hari dengan empat pemateri yaitu Dr. Ni Made Ras Amanda G. S.Sos, M.Si yaitu Pimred Media UNUD dan Noer Soentantini yaitu Owner Beritasurabaya.net. Selepas dari pelatihan kami ishoma, yang paling diingat adalah ketika makanan yang dimakan dari pagi ke malam adalah nasi jinggo.

Unik sih karena di dalam bungkusan ada bungkusan kecil lagi. Sorenya kami ke Taman Kota Lumintang. Menariknya di taman ini banyak patung dan bangunan unik-unik. Juga masyarakat Denpasar biasanya menggunakan taman ini untuk bersantai atau mungkin untuk yang ingin jalan-jalan sore. Karena dilihat juga banyak sih yang lari dan olahraga di taman ini. Kalo di Medan kita bisa bilang seperti Merdeka Walk. Bedanya kalo di MW banyak berjejer cafe dan tidak ada patung-patung uniknya.


Dan hari ketiga besoknya materi dilanjutkan oleh Putu Hendra Brawijaya Putra yaitu Co-Founder & Designer di Sikusaka dan Yanno Dwi Ananda yaitu Staff Rumah Media. Sehabis pelatihan ini sorenya kami berjalan-jalan lagi. Kalau kemarin ke Taman Kota Lumintang, nah sore ini kami mau ke Pantai Kuta.

Kalau dihitung-hitung sebenarnya lumayan jauh karna memakan waktu satu setengah jam. Jadi karena jalan padat kami naik salah satu transportasi online dan harus terpaksa turun di daerah Jalan Legian Kaja. Tapi sebelumnya kami singgah sebentar ke Tugu Peringatan Bom Bali. Tugu ini terletak di sebelah kiri kalau kita mau ke arah Legian. Banyak yang mau foto di Tugu ini karena tugu ini punya sejarahnya sendiri.


Setelah kami asyik berfoto kami melanjutkan perjalanan ke Pantai Kuta. Melewati Legian yang sangat ramai dengan turis yang lagi bersenang-senang. Hampir setengah jam berjalan kaki melewati Legian dan akhirnya bisa sampai ke Pantai Kuta. Karena malam jadi gelap sekali, kami bingung apa yang mau dilihat. Tapi tetap kedengaran suara ombak dan terasa air yang dingin. Di depan Pantai Kuta malam hari kami bercerita tentang banyak hal. Sharing tentang apa saja yang menjadi permasalahan pemuda di Indonesia.

Karena sudah hampir pagi kamipun pulang dan hari keempat adalah praktek liputan. Kebetulan kelompok saya harus mewawancarai kepala desa Gelogor Carik. Setelah diberikan waktu setengah hari untuk liputan, kami mendiskusikan hasil liputan kami di Kampung Kepiting. Tempatnya strategis di tengah kota, nyaman dan sangat tenang. Setelah diskusi malamnya kami kembali ke hotel, bersih-bersih dan ishoma. Karena seharian sudah hampir berkeliling di kelurahan yang ada di Denpasar. Kami mengadakan diskusi tentang reklamasi yang ada di Bali. Malam yang panjang sepertinya.

Hari kelima merupakan hari terakhir untuk kegiatan Bali Journalist Week 2017. It means waktunya kami refreshing dan jalan-jalan. Dimulai pagi hari kami sama-sama pergi ke Taman Ayun Bali. Tempatnya luas sekali dan dikelilingi oleh turis-turis dari luar negeri. Ada beberapa pantangan yang harus dipatuhi pengunjung, salah satunya adalah pantangan untuk wanita yang sedang halangan atau datang bulan hanya boleh menunggu diluar. 

Setelah berjam-jam mengelilingi Taman Ayun kami pergi ke trip selanjutnya yaitu ke Taman Wisata Sangeh. Nah tempat wisata ini dikelilingi sama monyet dan patung-patung besar yang unik. Kebanyakan kalau orang kesini ingin memberi makan monyet-monyet kecil yang ada disana. 



Namun perjalanan terakhir ini adalah penutup kegiatan Bali Journalist Week 2017. Tidak terasa sekali lima hari yang luar biasa saya dapatkan disini. Mulai dari teman-teman yang sepaham, pengalaman keren yang tidak terlupakan. Terima kasih Persma Akademika Udayana yang tlah mengadakan kegiatan ini! Sampai ketemu di pertemuan berikutnya jika ada kesempatan.


0 komentar:

Ketik Komentar Disini